avr to ir tv

 

Anda sudah tentu tidak asing lagi dengan sebuah remote kontrol. Terutama bagi yang doyan nonton sinetron. Yah sekarang kita akan membahas bagaimana mengunakan remote kontrol televisi untuk diguakan dalam proyek-proyek kita. Sebagaimana yang kita tahu bahwa TV remote  kontrol adalah sebuah kontroler yang didasarkan pada cahaya infra mera. Walaupun cahaya inframerah tidak kasat mata, namun cahaya ini dapat merambar dan menyabar dengan baik pada jarak yang jauh. Nah sekarang kita akan bicara bahasa teknis tentang remote kontrol ini.

 

LED Infra Merah

Sinar infra merah yang dipancarkan oleh TV Remote Control adalah dapat dihasilkan oleh sebuah dioda yang bentuknya seperti sebuah LED biasa. Dalam kenyataanya proses pembuatan benda ini ada serupa dengan LED. Hanya saja proses pembuatannya yang berbeda sehingga cahaya yang dihasilkan memiliki panjang gelombang dluar apa yang bisa dilihat manusia. Dan akhirnya benda inipun kadang disebut dsebagai IR LED, atau LED Infra Merah.

Pada masa awal, IR LED dibuat dengan bahan yang sama seperti LED biasa, yakni dengan bahan Galium Arsenida. IR LED semacam ini memiliki panjang gelombang di atas 800nm. Cahaya yang dihasilkan tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Walaupun cahayanya tidak dapat dilihat, namun cahaya ini benar-benar nampak jika dilihat dengan sebuah kamera digital, kamera ponsel atau webcam. Tentu saja karena kamera-kamera ini dapat menangkap cahaya lebih baik dari mata manusia. Dewasa ini IR LED sudah menggunakan bahan-bahan alimunium nitrat sehingga dapat memiliki panjang gelombang  di bawah 400nm. Dengan frekuensi di atas penglihatan manusia. Hasilnya adalah performance yang lebih baik dari sebelumnya.

 

Frekuensi IR LED untuk Remote Control

Ternyata IR LED ini memiliki keterbatasan dengan LED biasa. Kekuatan cahaya yang dihasilkan dapat dingan cepat menurun menurut lama LED dinyalakan. Jika LED dipaksa dan diberikan arus maju yang kuat, maka LED akan cepat panas dan rusak. Namun saat menyalakan LED dengan cara denyut dengan frekuensi yang tetap, maka kekuatan cahaya LED dapat dipertahankan. Singkat cerita para ahli membuat standar frekuensi untuk IR LED semacam ini pada frekuensi 36KHz-38KHz. LED dinyalakan dengan bantuan sebuah flip-flop. Yang kemudian ferkuensi ini dinamakan “Carier Wave” gelombang pembaca. Dan sinyal atau data, nantinya akan dimodulasikan pada carier wave ini dengan menggunakan saklar elektronik.

 

Modulasi data pada IR

 

Stop basa-basinya… Setelah kita tahu bahwa agar menyala dengan kuat, IR LED harus dinyalakan dalam mode pulsa dengan frekuensi 38KHz. Sinyal data kemudian dimodulasiklan pada frekuensi ini. Caranya adalah IR LED dinyalakan sebagai Brust (ind=berondongan). IR LED hanya dinyalakan selama +/- 200uS untuk setiap bit data. Dan di antara Brust ini IR LED harus dalam kondisi diam.

 

 

 

Sehingga dapat diartikan untuk setiap bit data terdapat sepasang Brust dan Diam. Dan untuk Bit berlogika rendah (0) adalah terdiri pasangan Brust 200uS dan Diam 200us. Sedang untuk Bit berlogika tinggi (1) terdiri pasangan Brust 200uS dan Diam 600uS. Sehingga panjang Brust untuk logika tinggi dan rendah adalah sama. Sedang yang membedakan adalah lama waktu Diamnya.

 

Format Data IR

 

Setelah Header biasanya diikuti dengan bit-bit singkronisasi. Unit penerima harus dapat menselaraskan pembacaan bit-bit ini. Karena jika di sini salah, maka data yang hendak di baca tentu akan menjadi tidak berguna. Beberapa merek meneriapkan bit-bit ini dalam jmlah berbeda. Kadang langsung di ikuti dengan alamat baru kemudian data.

 

HEADER  –> SHYNC — > DATA

 

atau 

 

HEADER  –> SHYNC — > ADDRESS –> DATA

 

sedang khusus untuk Remote kontrol panasonic terdiri dari Header  dan shync yang panjang serta diakhiri dengan data. Anda dapta membaca sendiri ….

 

 

 

Namun jangan kecewa bagi yang hendak membaca status remote kontrol yang berbeda denganpunya saya, karena saya sudah buat program khusus buat anda. Yakni program untuk membaca sinyal sebuah remote kontrol. download di sini, yang berisi program serta skema.

 

Sensor IR

Ada banyak Sensor IR yang dapat kita gunaakna. Kita dapat menggunaakn sebuah sensor yang umu digunakan dalampesaat telivisi. Misalnya adalah TSOP1738, yang berharga sekitar 2000 perak di toko-toko onderdil elektronik. Hampir semua sensor tersebtu dapat kita gunakan. namun sebaiknya anda harus mendaptkan datasheetnya sebelum menggunakananya terutama dalam hal menyambung kaki-kaki dari sensor tersebut.

Namun saya perlu menjelaskan, bahwa yang saya sebut dengan sensor di sini adalah sebenarnya sebuah modul IC. Hal ini karena di dalamnya terdapat berbagai perlatan yang sudah diatur untuk bekerja pada gelombang 38KHz. Termasuk Demodulator sehingga keluarannya sudah bebas dari gelombang pembawa. Sehingga output(keluarannya) dapat segera disambungkan pada Mikro Kontroller. Sehingga dengan menggunaan IC sensor ini kita dibebaskan dari kerepotan jika kita harus membuat rangkaian sensor sendiri.

Di bawah ini adalah bagan dari modul sensor infra merah yang sudah dikalibrasi pada frekuensi 38KHz.

 

 

 

Untuk lebih jelas tentang sensor ini silahkan merujuk pada datasheet yang bersangkutan.

 

 

Bagaimana Mikro Kontroller membaca remote kontrol

Saya akan menjelaskan bagaimana cara sebuah Mikro KOntrol dapat membaca data dari Remote KOntrol. Ini bagian yang harus diperhatikan…

– Haruslah menggunakan pewaktu Timer agar pembacaan panjang pulsa dapat di baca dengan akurat.

– Headaer/footer, selalu lebih panjang dari data

– Panjang Brust selalu sama.

– Panjang Diam sama dengan panjang Brust, atau 3 kali lebih panjang.

Berdasarkan informasi awal di atas kita akan membuat sebuah program berbasiskan AVR ATmega.

 

Kebutuhan :

– Mikro = AVR ATmega8. Untuk type yang lain, lihat catatan di akhir tulisan

– Sensor = TSOP1738. Untuk type yang lain, lihat catatan di akhir tulisan

– PC = digunakan untuk mendapatkan laporan dari Mikro

– konektor DB-9.

 

Silahkan download di sini  untuk mendapatkan program dan skema rangkaian.

 

 

Kurang Jelas ??

Saya berfikir, apakah ada yang perlu saya jelaskan lagi ????

remote control

Dalam sistem ini, sinyal radio tidak terus menerus dipancarkan tapi hanya dibangkitkan saat pengontrol mengirimkan perintah kanan/kiri atau maju/mundur, itupun hanya merupakan frekuensi radio yang terputus-putus, sehingga merupakan pengiriman pulsa-pulsa frekuensi gelombang radio.

Jumlah pulsa yang dikirimkan mewakili perintah yang dikirim, perintah MAJU diwakili dengan 8 pulsa, KIRI diwakili dengan 16 pulsa, KANAN 32 pulsa dan MUNDUR 64 pulsa. Perintah yang dikirimk bisa merupakan gabungan dari 2 perintah sekali gus, yaitu gabungan dari perintah maju/mundur dan kanan/kiri, sebagai contoh bisa dikirimkan perintah maju dan kiri sekali gus, dalam hal ini jumlah pulsa yang dikirim adalah 24, yaitu penjumlahan dari perintah maju sebanyak 8 pulsa dan perintah kiri sebanyak 16 pulsa.

Setelah sebuah perintah dikirim, sistem menghentikan pengiriman perintah dalam jeda waktu tertentu, jeda waktu ini diperlukan akan rangkaian penerima mempunyai waktu yang cukup untuk melaksakan perintah dengan baik. Pulsa-pulsa frekuensi itu terlihat dibagian kanan atas Gambar 1.

 

Cara kerja Pemancar

Sinyal radio dibangkitkan dengan rangkaian osilator yang dibentuk dengan transistor Q1 9016, frekuensi kerja dari osilator ini ditentukan oleh kristal Y1 yang bernilai 27,145 MHz. Bagian yang sangat kritis dari rangkaian osilator ini adalah T1, L1 dan L2, yang khusus dibahas tersendiri dibagian akhir artikel ini.

Kerja dari osilator ini dikendalikan oleh gerbang NOR U2D 14001, saat output gerbang (kaki nomor 3) ini bernilai ‘1’, osilator akan bekerja dan mengirimkan frekuensi radio 27,145 MHz, dan pada saat output U2D bernilai ‘0’ osilator akan berhenti bekerja.

Gerbang NOR U2D menerima sinyal clock dari gerbang NOR U2B. Gerbang NOR jenis CMOS dengan bantuan resistor R4 dan R5 serta kapasitor C8 membentuk sebuah rangkaian oscilator frekuensi rendah pembentuk clock untuk mengendalikan rangkaian digital yang ada. Kerja dari pembangkit clock ini dikendalikan lewat input kaki 6, rangkaian akan membangkitkan clock kalau input ini berlevel ‘0’.

Gerbang NOR U2A dan U2C membentuk sebuah rangkaian Latch (RS Flip Flop), karena pengaruh resistor R2 dan kapasitor C11 yang diumpankan ke kaki nomor 9 di U2C, pada saat rangkaian mendapat catu daya output U2C pasti menjadi ‘1’ dan output U2A (kaki nomor 3) menjadi ‘0’. Keadaan ini akang mengakibatkan pembangkit clock U2b bekerja membangkitkan clock dan melepas keadaan reset IC pencacah 14024 (U1), sehingga U1 mulai mencacah dan rangkaian osilator 27,145 MHZ mengirimkan pulsa-pulsa frekuensi selama pembangkit clock bekerja.

Pada saat mulai mencacah, semua output IC pencacah 14024 dalam kedaan ‘0’, setelah mencacah 8 pulsa maka output Q4 (kaki nomor 6) akan menjadi ‘1’, setelah mencacah 16 pulsa output Q5 (kaki nomor 5) menjadi ‘1’, setelah mencacah 32 pulsa output Q6 (kaki nomor 4) menjadi ‘1’, setelah mencacah 64 pulsa output Q7 (kaki nomor 3) menjadi ‘1’.

Output-output diatas dipakai untuk mengendalikan tegangan kaki 9 U2C lewat diode D1 dan D2, selama salah satu output itu masih bernilai ‘0’ maka pembangkit clock U2B masih bekerja, hal ini akan berlangsung terus sampai katode D1 dankatode D2 menjadi ‘1’ sehingga kaki 9 U2C menjadi ‘1’ pula. Keadaan ini akan mengakibatkan output kaki 3 U2A menjadi ‘1’, yang menghentikan pembangkit clock U2B dan me-reset pencacah 14024 danberhenti sudah pengiriman pulsa frekuensi 27.145 MHz.

Untuk membangkitkan jeda waktu agar rangkaian penerima mempunyai cukup waktu melaksanakan perintah, dipakai rangkaian Q2 9014, resistor R7 dan kapasitor C10. Besarnya waktu jeda ditentukan oleh besarnya nilai R7 dan C10. Saklar untuk mengirim perintah maju/mundur dan untuk mengirim perintah kiri/kanan merupakan dua saklar yang terpisah. Masing-masing saklar mempunyai 3 posisi, posisi tengah berarti skalar itu tidak mengirim perintah.

Cara kerja Penerima

Gambar 2 merupakan gambar rangkaian penerima yang dipasangkan dimobil-mobilan, berfungsi menerima sinyal dari pemancar untuk mengendalikan motor mobil-mobilan , agar mobil-mobilan bisa bergerak maju/mundur dan kiri/kanan. Transistor Q1 dengan bantuan resistor; kapasitor dan T1 membentuk sebagai rangkaian penerima sinyal radio 27,145 MHz. T1 dalam rangkaian ini persis sama dengan T1 yang dipakai di rangkaian Pemancar, cara pembuatannya dibahas dibawah.

Transistor Q2 berikut perlangkapannya membentuk rangkaian untuk merubah pulsa-pulsa frekuensi radio yang diterima dari pemancar menjadi pulsa-pulsa kotak yang bisa diterima sebagai sinyal digital oleh IC CMOS. Sinyal digital tadi akan diterima sebagai clock yang akan dicacah oleh IC pencacah 14024 (U2). Output 14024 akan sesuai dengan jumlah pulsa yang dikirim pemancar, perintah maju dan kiri (yang dipakai sebagai contoh dalam pembahasan bagian pemancar) merupakan pulsa sejumlah 24, hasil pencacahan pulsa ini mengakibatkan output 14024 menjadi Q4=’1’, Q5=’1’, Q6=’0’ dan Q7=’0’.

Sinyal digital yang diterima selain dipakai sebagai clock pencacah U2 IC 14024 yang dibicarakan di atas, dipakai pula untuk menggerakan 3 buah rangkaian penunda waktu untuk membangkitkan pulsa-pulsa yang berfungsi mengatur kerja rangkaian.

Pulsa pengatur pertama akan muncul setelah kiriman pulsa frekuensi terhenti karena jeda waktu antara pengiriman kode, pulsa ini berfungsi untuk merekam hasil cacahan 14024 ke U3 14042 (D Flip Flop), sehingga kondisi akhir 14024 tetap dipertahankan untuk mengendalikan motor. Setelah hasil 14042 direkam ke 14024, pencacah 14042 direset oleh pulsa kedua, agar setelah lewat jeda waktu pencacah 14042 bisa mencacah mulai dari 0 kembali.

Rangkaian yang dibentuk dengan transistor Q3, Q4, Q7, Q8, Q9 dan Q10 dinamakan sebagai rangkaian H Bridge, rangkaian ini sangat handal untuk menggerakan motor DC. Dengan rangkaian ini motor DC bisa diputar ke-kanan, ke-kiri atau berhenti gerak. Syarat utama pemakaian rangkaian ini adalah tegangan basis Q7 dan tegangan basis Q10 harus berlawanan, misalnya basis Q7=’1’ dan basis Q10=’0’ motor berputar ke kiri, basis Q7=’0’ dan basis Q10=’1’ motor akan berputar ke kanan, basis Q7=’0’ dan basis Q10=’0’ motor berhenti gerak, tapi tidak boleh terjadi basis Q7=’1’ dan basis Q10=’1’.

Demikian pula Q5, Q6, Q11, Q12, Q13 dan Q14 membentuk sebuah H Bridge. H Bridge bagian kiri pada Gambar 2 dipakai untuk mengendalikan motor yang mengatur gerak mobil-mobilan kekiri/kanan, sedangkan H Bridge bagian kanan dipakai untuk mengendalikan motor yang mengatur gerak maju/mundur mobil-mobilan.

Hubungan antara outpur pencacah 14042 dan input D Flip Flop 14024 sudah disusun sedemikian rupa sehingga sinyal yang diumpankan ke masing-masing H Bridge tidak mungkin semuanya ‘1’ secara bersamaan.

PEMBUATAN TRAFO TX DAN RX

Trafo T1 pada rangkaian Pemancar dan Penerima, merupakan barang yang sama, dan harus dibuat sendiri. Trafo ini dibangun dengan menggunakan koker trafo plastik (spare part radio) yang punya step sehingga tampak 5 jalur yang bisa diisi dengan gulungan kawat, seperti terlihat dalam foto. Memakai koker ini memudahkan penggulungan kawat trafo. Kalau tidak bisa dapat koker sejenis itu, pakai saja yang biasa. Koker trafo ini kecil dan feritnya juga kecil (3 mm) seperti yang dulu sering dipakai untuk perakitan radio CB 27 MHz.

Kawat untuk trafo bisa memakai kawat yang di bongkar dari koker tersebut, buka hati hati gulungan kawat yang sudah ada didalam koker karena kawatnya cukup halus dan agak mudah putus.

 

 

Langkah 1: gulung kawat dari kaki yang diberi nomor 5 ke kaki 4 searah jam (CW) sebanyak 3 gulung persis di tingkat 1 (jalur setingkat diatas jalur paling bawah)

Langkah 2: Gulung kawat dari kaki 1 ke kaki 2 searah jarum jam sebanyak 4 gulung persis di tingkat 2.

Langkah 3: Lanjutkan gulungan (dari langkah 2) searah jarum jam sebanyak 3 seperempat gulung ke kaki 3 di tingkat Tiga. (Bisa ditentukan persis seperempat gulungan, karena kokernya memiliki jalur yang dibelah menjadi 4).

Pembuatan kumparan L1

Gulung kawat tembaga ukuran diameter 0,3 – 0,5 mm sebanyak 10 seperempat gulung pada koker diameter sekitar 4 mm (yang nantinya akan dilepas) juga searah jarum jam.

Pembuatan kumparan L2

Gulung kawat tembaga ukuran diameter 0,1 mm sebanyak 50 gulung pada koker plastik tanpa ferit diameter sekitar 3,5 – 4 mm (cari bahan plastik dari barang bekas) juga searah jarum jam. Panjang bagian yang di liputi gulungan sepanjang 5 mm.

MANFAAT DAN MONDHOROT INTERNET

Teknologi informasi dapat menjadi pendamping sekaligus pembimbing hidup yang betapa indah kalau manusia dapat memahami ekses positif dan negatif teknologi tersebut. Tentu saja, media internet diciptakan untuk membantu manusia. Segala kemudahan dan kemungkinan telah diketukkan ke pintu rumah manusia. Bukan sekedar tawaran yang maya, tapi nyata. Adakah kita hendak mengacuhkannya? Tak hendak membuka pintu dan tak hendak menawarkannya masuk ke dalam rumah informasi kita? Internet adalah media atau sarana yang tak mungkin diabaikan dalam peradaban manusia. Tak mudah bagi kita membisikkan kata good bye ke telinganya, apalagi melambaikan tangan sambil berteriak: Daa daaa…! Hanya saja, bagaimana alat tersebut dimanfaatkan untuk melahirkan hasil yang maksimal dalam kehidupan manusia, dan bukan sebaliknya, jangan melahirkan mudarat (keburukan).
Peran media internet (tentu saja media komputer yang menjadi perangkat utamanya) semakin meningkat pesat dari saat ke saat. Maka diperkirakan mesin jenius ini akan menjadi kebutuhan dominan yang tak terlalaikan dalam kehidupan manusia pada masa-masa mendatang. Di dunia serba digital saat ini, internet bagi manusia, meluncur dan tumbuh subur menjadi sebuah kebutuhan, bukan sekedar mesin hiburan. Jika menguak sejarah teknologi informasi bernama internet, maka bermulalah pada tahun 1833, ketika Charles Babbage berhasil meracak racik mesin jenius (analytical machine), yang disebut-sebut sebagai mesin komputer pertama. Berlanjut pada tahun 1939, komputer pertama digital pertama rampung dirakit, hingga membubung menjadi internet pada tahun 1983. Sekitar tahun 1993, perkawinan komputer dengan internet telah digunakan secara interaktif mendukung aktivitas kehidupan sehari-hari manusia. Pemakai internet, bagai lebah yang berdengung, kian masa kian merubung.
Meskipun di Indonesia peran mesin jenius ini belum merambah rata, tapi pemakaian internet secara umum di seluruh dunia mencapai percepatan peningkatan cukup tajam. Datanya berikut ini: Jika pada tahun 1997 diperkirakan ada lebih kurang lima puluh juta pemakai internet, maka jumlah ini meningkat menjadi lebih kurang empat ratus juta pemakai pada tahun 2000. Fantastis, bukan? Ya, dunia internet adalah dunia informasi, dunia yang menjawab segala keingintahuan manusia yang buas tentang apa saja. Pelahap internet boleh siapa saja, tidak mesti melewati seleksi strata usia. Tua atau muda, dewasa maupun remaja, silakan saja! Bahkan, jika kita survei beberapa warung internet, malah hampir pasti ditongkrongi sebagian besar anak remaja yang notabenenya masih pelajar.
Remaja (pelajar) memang orang yang kental dengan budaya latah, terutama terhadap perkembangan teknologi, termasuk internet. Padahal, internet tidak sepenuhnya menginjeksikan ke tubuh para remaja hal-hal yang santun. Tapi juga, sangat cepat menjalari darah mereka dengan hal-hal yang mengandung racun. Bukan rahasia lagi, jika layanan teknologi informasi (termasuk internet) tentang dunia kekerasan, kriminalitas, dan tentu saja pornografi sangat mudah diperoleh dan mudah pula melekat di benak anak-anak pancaroba, untuk seterusnya ditiru dan digugu. Simpulannya, internet tidak hanya mengucurkan hal-hal yang positif untuk pertumbuhan dan perkembangan remaja, tapi juga mengguyurkan yang hal-hal negatif. Maka menguaplah sebuah pertanyaan yang selalu mengganggu kita: Bagaimana sih pengaruh internet bagi pertumbuhan dan perkembangan remaja (pelajar), baik hal positif maupun negatif?
/Dua/
Suatu kali saya sedang duduk di warung internet (warnet). Di sebelah saya duduk seorang anak, berumur delapan atau sembilan tahun (menurut perhitungan acak saya). Sepejam saya terpana, begitu lihai jemari mungilnya memainkan keyboard komputer. Bah, anak sekecil ini saja betapa lihai berteknologi, umpat saya dalam hati. Kalau diperturutkan godaan sentimental yang memercik dalam diri saya, sungguh, saya cemburu sambil bergerutu: Kenapa ketika seusia dia, saya belum bisa menikmati apa yang dia nikmati sekarang ini. Ini tidak adil!
Tapi api kecemburan itu buru-buru saya padamkan, saya siram. Saya bagi rata pandangan ke seputar ruang warung internet, api itu kembali terpercik, sebab orang-orang yang berseragam sekolah yang tertangkap mata. Bahkan, perasaan tidak jantan itu menjurus ke hal yang lebih ekstrim. Semula saya pertahankan untuk tidak, tapi pertahanan saya patah. Tiba-tiba bergeloralah ia, adalah buruk sangka di dada: Mereka itu pasti sedang melototi situs berlabel tujuh belas tahun ke atas. Kaliankan pelajar, alangkah indahnya jika kalian klik situs-situs pendidikan. Saya menjadi geram sendiri, padahal belum tentu mereka melakukan apa yang saya tuduhkan.
/Tiga/
Internet memang memudahkan pelajar mendapatkan segala informasi yang berhubungan dengan dunia pendidikan (pelajaran). Tapi pada internet juga terdapat liang raksasa, bagai rahang yang akan mengunyah para pelajar dengan situs-situs pornografi, kekerasan, dan hal-hal negatif lainnya. Setiap saat, situs-situs semacam itu selalu setia menghasut, lantas memurukkan mereka ke nganga dosa. Meskipun dalam diri mereka terjadi tarik menarik yang dahsyat antara kepentingan yang baik (positif) dengan buruk (negatif). Namun pada akhirnya, kekuatan negatif cenderung lebih bertaring untuk mencengkram cara berpikir dan berprilaku para remaja tersebut. Maka untuk menghempangnya (paling tidak untuk meminimalisirnya), usaha untuk memaksimalkan manfaat internet sebagai media pendidikan harus lebih militan dilakukan. Harus, dan harus! Apalagi muaranya, hendak meningkatkan mutu pendidikan sekaligus mutu pendidik dan anak didik.
Sebenarnya beberapa pusat pendidikan termasuk sekolah lanjutan tingkat atas sampai perguruan tinggi saat ini begitu serius memaksimalkan pengadaan fasilitas internet di sekolah dan kampus masing-masing untuk meningkat mutu pendidikan. Dari beberapa sekolah dan universitas sudah ada yang membuka website untuk memberikan kemudahan bagi khalayak untuk mengakses informasi tentang sekolah dan universitas yang bersangkutan. Beranjak dari hal ini atau tidak, yang pasti, kejelian pihak TELKOM Devisi Regional 1 Sumatra meluncurkan situs sekolah beberapa bulan yang lalu, merupakan sebuah solusi atau jawaban dari ketakutan kita terhadap ekses negatif internet bagi remaja (pelajar). Meskipun diakui, tetap mempunyai keterbatasan untuk mengawasi mereka agar tidak mengklik situs penyulut amarah dan birahi. Secara global, banyak hal yang bisa dituai para remaja dari layar maya bernama internet, yang menghidangkan situs-situs mendidik ke meja belajar mereka. Namun, situs mendidik  yang fokus dan terprogram khusus secara formal masih sangat minim.
Situs sekolah-online (salah satu misal situs yang fokus dan terprogram) ini memberikan ruang bagi para remaja (pelajar) untuk menambah wawasan dan cakrawala pendidikannya melalui internet, selain di ruang kelas. Sepandang tampak sebagai ruang yang sederhana saja, tapi sungguh, situs ini mengajak para pelajar (terbuka juga untuk siapa saja) untuk belajar secara informal (sadar atau tidak sadar). Di samping menawarkan kegiatan edutainment (belajar sambil bermain), menawarkan berbagai informasi tentang dunia pendidikan, situs ini juga menghidangkan Komunitas Sekolah Sumatera sebagai Media Komunitas Guru, Orang Tua, dan Pelajar Edutainment yang menyodorkan beragam menu informasi aktivitas sekolah-sekolah. Apa saja menu itu? Sebut saja menu Profil Sekolah yang terdiri dari: Profil, yang berisi tentang sejarah sekolah (yang terdaftar dalam situs sekolah-online), visi dan misi, jumlah kelas, jumlahsiswa, jurusan dan karakter khusus sekolah; Berita Sekolah, berupa ruang bebas untuk menyampaikan segala informasi tentang suatu sekolah, dapat berupa pengumuman atau kebijakan baru sekolah; Kegiatan Sekolah, dapat digunakan untuk penyampaian aktivitas sekolah, jadwal kegiatan sekolah, OSIS, dan lainnya; Siswa Berprestasi, yaitu arena untuk menampilkan profil siswa yang kreatif dan berprestasi; Karya dan Prestasi, berisi daftar prestasi atau penghargaan yang pernah diraih oleh siswa atau sekolah yang bersangkutan; Pojok Guru, merupakan cerita atau profil guru-guru di sekolah yang bersangkutan; Album Sekolah, berisi etalase foto-foto kegiatan sekolah yang ditampilkan di situs; Buku Tamu, adalah ruang khusus untuk pengunjung situs yang ingin memberikan kritik dan saran pada sekolah yang bersangkutan.
Kita mungkin pernah mendengar, bahkan pernah mengalami yang namanya studi banding (ketika masih sekolah dulu), yaitu kegiatan rombongan pelajar bersama guru mengunjungi sekolah-sekolah yang letaknya berjauhan dari sekolah kita, tentunya sambil bertamasya. Manfaatnya, saling bertukar informasi, baik masalah pendidikan atau pengelolaan sekolah, demi perbaikan dan kemajuan (termasuk mutu pendidikan) sekolah masing-masing. Tentunya kegiatan studi banding serupa ini akan menguras tenaga, waktu, dan juga biaya. Nah, kini kegiatan serupa itu sudah bisa ditunaikan melalui internet, dalam hal ini situs sekolah-online TELKOMNet-Instan. Sangat efektif , efisien, dan berdaya guna bukan? Ya, kemudahan ini tidak lain berorientasi untuk meningkatkan mutu pendidikan secara merata lewat monitor internet. Maka, mari dimanfaatkan! Meskipun kita ketahui, kemudahan ini belum mampu secara merata menjemput kreativitas para pelajar di sekolah-sekolah yang bukan berdomisili di perkotaan. Tapi harapan kita, kelak mereka harus serta juga.
Berbicara tentang peningkatan mutu pendidikan melalui teknologi informasi, kita patut iri kepada para pelajar sebuah sekolah di Singapura (Cresent Girls School). Beberapa waktu yang lalu para pelajar di sekolah ini sudah menikmati fasilitas teknologi komputer dan internet untuk meningkatkan mutu pendidikan mereka, yang pertama kali diterapkan di dunia pada pelajar sekolah. Fasilitas itu mencakup laptop (komputer tablet seberat 2 kilogram) yang lebih cerdas dari komputer jinjing, karena dapat dibuka merata serupa membuka rata sebuah buku pelajaran di atas meja belajar dan layar yang interaktif karena dapat menerima input dari pena yang digoreskan di layar tersebut. Laptop itu dapat juga memuat seluruh bahan pelajaran dan buku teks mereka. Sehingga para pelajar terbebas dari beban mengusung buku-buku tebal ke sekolah, juga mengurangi resiko klasik seorang pelajar yang lupa membawa buku.
Dengan laptop itu pula, para pelajar bisa berkomunikasi nirkabel dengan para guru, bisa memperoleh akses tentang bahan pelajaran dari berbagai situs atau website. Dan yang paling penting, laptop ini dilengkapi dengan pseudo vlan system, sebagai securiti yang tidak memberi kesempatan sedikitpun bagi para pelajar (atau siapapun) untuk membolak-balik helai demi helai lembaran digital website-website terlarang. Sehingga para orang tua dan guru tidak digrogoti perasaan was-was tentang efek buruk dari internet. Tidakkah kita iri? Tanpa harus membahas badai masalah yang sedang menghempas perahu pendidikan kita di Indonesia, bisakah kelak para pelajar di sekolah-sekolah kita mendapatkan hal yang sama dengan apa yang sudah didapatkan para pelajar negara tetangga itu? Tentu hal itu kiranya bukan sekedar mimpi. Kalau kita mau, pasti bisa! Namun ge(b)rakan situs sekolah-online seperti yang sodorkan TELKOM boleh jadi adalah bagian anak tangga untuk menggapai hal itu. Semoga.
/Empat/
Sekali waktu, ketika duduk di warung internet (warnet), saya tetap ingin melihat seorang anak kecil (atau lebih) yang duduk serius di depan internet. Tentu dalam perasaan yang benar-benar bersih dari rasa cemburu terhadap kelihaiannya berinternet. Percayalah, saya tidak akan mengumpat: Bah, anak sekecil ini saja betapa lihai berteknologi, melainkan mensyukurinya: Alhamdulillah, anak sekecil ini sudah jago berteknologi. Saya juga ingin tetap mendapatkan anak-anak yang berseragam sekolah di sana. Diharapkan tentunya, saat itu saya tidak digelimangi rasa buruk sangka, tapi hati saya sepenuhnya digelimangi elok sangka: Mereka itu pasti sedang membentangkan situs http://www.sekolah-online.net atau http://www.isekolah.org di layar internet. Amin.

CARA KERJA RANGKAIAN POWER SUPPLY

Catudaya atau power supply merupakan suatu rangkaian elektronik yang mengubah arus listrik bolak-balik (alternating current / AC) menjadi arus listrik searah (direct current / DC).

Dalam kehidupan sehari-hari. sumber tegangan dari PLN adalah tegangan AC, dimana tegangan ini akan bergerak naik-turun dari 220 volt AC menjadi -220 volt AC selama 50 kali dalam 1 detik secara sinusoidal. Itulah makanya sering kita lihat pada stiker spesifikasi alat elektronik adalah 220 VAC / 50 Hz. Saking cepatnya tegangan AC ini bergerak, kita sampai tidak melihat pergerakannya, itu dibuktikan dengan lampu dirumah kita yang selalu menyala bila lampu tersebut dinyalakan, padahal lampu tersebut sebenarnya nyala-mati-nyala-mati selama 50 kali / detik.

Banyak peralatan listrik yang dapat beroperasi bila langsung terhubung dengan stop kontak rumah kita seperti : Oven, setrika, lampu, dll. Berarti peralatan listrik tersebut memang membutuhkan tegangan 220 VAC.

Namun ada juga peralatan listrik yang membutuhkan tegangan DC dimana tegangan yang dibutuhkan harus stabil atau tidak naik-turun seperti AC. Peralatan listrik ini diantaranya TV, DVD player, Tape, Radio, dll. Untuk mendapatkan tegangan DC, kita dapat menggunakan adaptor / power supply , batu baterai, aki, dll.

Mungkin Anda bertanya, “TV dirumah saya langsung terhubung ke stop kontak (PLN) kok, berarti kan tegangan yang masuk adalah 220 VAC ?”.

Anda benar sekali, elektronik seperti TV, DVD player, dll memang langsung terhubung dengan stop kontak PLN yang berarti mendapatkan tegangan 220 VAC. Tapi bila Anda melihat isi didalam TV, DVD player, dll.maka akan Anda temui sebuah modul power supply / adaptor, dimana fungsi modul ini adalah mengubah tegangan AC menjadi tegangan DC.

Namun tidak semua peralatan elektronik yang membutuhkan tegangan DC memiliki modul power supply didalamnya. Misalnya saja, mungkin Anda memiliki / setidaknya pernah melihat sebuah laptop, dimana laptop ini untuk bekerja tanpa baterai harus terhubung ke suatu kotak hitam, baru kemudian kotak hitam tersebut terhubung ke stop kontak PLN. Nah, Kotak hitam itulah sebenarnya power supply / adaptor.

Sekarang coba Anda perhatikan panel belakang dari komputer desktop di depan Anda saat ini, apakah di bagian atas terdapat kipas exhaust ? Nah, itulah power supply dari komputer Anda. Komputer biasanya membutuhkan tegangan 5 VDC dan 12 VDC, sedangkan tegangan dari PLN adalah 220 VAC, nah inilah tugas dari power supply / adaptor untuk mengubahnya.

//

Mari kita pelajari sebuah modul power supply / adaptor !!!

Secara prinsip rangkaian power supply adalah menurunkan tegangan AC -> menyearahkan tegangan AC sehingga menjadi DC -> Menstabilkan tegangan DC, yang terdiri atas transformator, dioda dan kapasitor/condensator.

Menurunkan Tegangan – dengan komponen Transformator

Tranformator biasanya berbentuk kotak dan terdapat lilitan-lilitan kawat email didalamnya. Tugas dari komponen ini adalah untuk menaikkan atau menurunkan tegangan AC sesuai kebutuhan. Kita lihat lagi komputer di depan Anda, komputer di depan Anda membutuhkan tegangan sekitar 5 VDC dan 12 VDC. Nah, transformator merupakan komponen terbaik untuk menurunkan tegangan PLN dari 220 VAC menjadi 15 VAC. Mengapa 15 VAC ?! karena kebutuhan komputer ada yang 12 VDC, jadi kita harus menyiapkan tegangan lebih tinggi dari 12 VDC. Ingat bahwa komponen ini hanya menurunkan tegangan AC, jadi setelah tegangan PLN 220 VAC diturunkan menjadi 12 V, maka sifat dari 12 V ini masih AC dan belum DC.

Penyearah (Rectifier)- dengan komponen Dioda

Setelah tegangan PLN diturunkan menjadi 15 VAC, maka saatnya untuk mengubah sifat AC menjadi DC. Tugas ini dilakukan oleh rangkaian penyearah dengan komponen dioda. Perhatikan kedua gambar berikut, dimana Gambar 1 adalah gambar gelombang AC yang masih bolak-balik, sedangkan Gambar 2 adalah gambar dimana gelombang negatif akan dibuang / tidak dilewatkan.

Gelombang Penuh
Gambar 1
Gelombang Dipotong
Gambar 2

Ada 2 jenis rangkaian penyearah, yaitu setengah gelombang (half wave) dan gelombang penuh (full wave).

Penyearah setengah gelombang (halfwave rectifier)

Seperti namanya, rangkaian ini hanya memotong setengah periode saja. Jadi perhatikan Gambar 1 dan 2 lagi. pada Gambar 2 terlihat bahwa fase negatif akan dihilangkan atau tidak dilewatkan, sehingga nantinya hanya fase positif saja yang akan dilewatkan. Ingat bahwa maksud dari kata “searah” disini adalah sama fasenya, jika hanya fase positif saja yang dilewatkan maka gelombang tersebut dinamakan searah, dan jika hanya fase negetif saja yang dilewatkan, gelombang tersebut dinamakan searah juga. Jadi, persepsi kata “searah” berarti hanya fase positif atau fase negatif saja yang dilewatkan.

Jika sebelum disearahkan, gelombang bergerak dari puncak positif ke puncak negatif, maka sekarang gelombang bergerak dari puncak positif ke nol.

Bentuk dasar rangkaian penyearah setengah gelombang seperti terlihat pada gambar 3. Beban yang membutuhkan sumber tenaga listrik searah diwakili oleh resistor. Sebuah dioda diletakkan seri atau berderet dengan beban sehingga arus listrik hanya mengalir ke satu arah saja.

halfwave

Gambar 3

Gambar 4 menunjukkan apa yang terjadi dalam circuit selama periode setengah gelombang positip dari arus listrik bolak-balik. Anoda dari Katoda memperoleh gelombang positip, akibatnya dioda konduksi, arus listrik mengalir melalui beban. Pada beban timbul tegangan positip setengah gelombang. Jalannya arus listrik dari negatip AC menuju beban, dari beban menuju ke katoda dioda dan kembali ke terminal positip AC.

arus halfwave
Gambar 4
halfwave fase -
Gambar 5

Gambar 5 menunjukkan setengah gelombang sinus berikutnya dari AC. Di sini anoda D1 menerima tegangan negatip akibatnya dioda menyumbat sehingga arus listrik tidak dapat mengalir dan pada beban tidak timbul tegangan.

Ingat bahwa ada dua lubang pada stop kontak rumah Anda, salah satu lubang disebut “live” dimana lubang inilah yang mengalirkan listrik, sedangkan lubang satunya adalah “ground” atau netral. Saat fase positif, yaitu dimana “live” mengalirkan tegangan +220 VAC maka “ground” akan menjadi negatifnya, sedangkan saat “live” mengalirkan tegangan -220VAC, maka “ground” akan menjadi positifnya. Ingat bahwa arus listrik mengalir bila terdapat perbedaan potensial, dan selalu mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah (hukum conventional current – adalah hukum yang menyatakan bahwa arus mengalir dari kutub positif ke kutub negatif, padahal yang terjadi adalah sebaliknya, yaitu hukum electron current)

Dari gambar 1,2, dan 3 jelas bahwa pada rangkaian penyearah setengah gelombang arus listrik AC diubah menjadi arus pulsa DC. Sudah barang tentu arus listrik pulsa DC tidak sesuai sebagai sumber energi bagi kebanyakan alat elektronik dikarenakan tidak stabil yaitu bergerak naik kemudian turun menjadi nol, dst (masih bergelombang sinus yang tidak sempurna). Yang dibutuhkan alat elektronik adalah arus listrik DC yang rata dan stabil. Rangkaian penyearah setengah gelombang hanyalah merupakan prinsip dasar catudaya. Pada paragraf berikutnya akan diketahui pengembangan dari halfwave ini yaitu penyearah gelombang penuh (fullwave) dan penyearah jembatan (bridge).

Image

Image

Penyearah gelombang penuh (fullwave rectifier).

Kelemahan dari halfwave rectifier adalah arus listrik yang mengalir ke beban hanya separuh dari setiap satu cycle. Hal ini akan menyulitkan dalam proses filtering (penghalusan). Untuk mengatasi kelemahan ini adalah penyearah gelombang penuh.

Image

Rangkaian dasar penyearah gelombang penuh seperti terlihat pada gambar. Menggunakan dua dioda dan satu center tape transformer. Jika titik tengah transformer ditemukan maka tegangan di kedua ujung lilitan sekunder berlawanan fasa 180 derajat. Jadi ketika misalnya tegangan dititik A mengayun kearah positip diukur dari titik tengah lilitan sekunder maka tegangan dititik B mengayun ke arah negatif diukur dari titik yang sama. Mari kita lihat prinsip kerja penyearah gelombang penuh ini.Gambar A menunjukkan ketika anoda D1 mendapat tegangan positip, Anoda D2 mendapat tegangan negatip.

Image

Pada kedudukan ini hanya D1 saja yang konduksi atau terhubung singkat. Arus listrik mengalir dari titik tengah sekunder melalui beban, kemudian melalui D1 dan kembali ketitik tengah melalui lilitan atas sekunder.
Da hal ini D1 berfungsi seperti saklar atau switch yang menutup sehingga arus listrik mengalir melalui beban disaat perioda positip dari gelombang sinus AC. Gambar B menunjukkan apa yang terjadi selama setengah periode berikutnya ketika polaritas berganti.

Image

Anoda D1 mengayun kearah negatip sementara anoda D2 mengayun kearah positip. Akibatnya D1 menyumbat, sebaliknya D2 konduksi atau terhubung singkat. Pada keadaan ini arus listrik mengalir dari titik setengah sekunder melalui beban dan D2 kembali ketitik tengah setelah melalui lilitan bawah sekunder. Perhatikan bahwa dalam rangkaian penyearah gelomang arus listrik mengalir sepanjang satu perioda. Sedangkan dalam rangkaian penyearah setengah gelombang arus listrik hanya mengalir selama setengah perioda saja. Jadi penyearah gelombang penuh (fullwave rectifier) lebih baik dari penyearah setengah gelombang (halfwave rectifier).

Penyearah type jembatan (bridge rectifier)

Rangkaian dasar penyearah type jembatan seperti terlihat pada gambar. Terdiri atas satu transformer dan 4(empat) dioda yang disusun sedemikian rupa sehingga arus listrik hanya mengalir kesatu arah saja melalui beban. Circuit ini tidak memerlukan sekunder bersenter tapi sebagaimana pada rangkaian penyearah gelombang penuh. Bahkan transformator tidak diperlukan jika tegangan DC yang dibutuhkan relatif sama dengan tegangan jaringan PLN, misalnya. Artinya titik A dan B dapat dihubungkan langsung dengan jaringan yang tersedia di rumah.

Image

Transformator digunakan bila tegangan DC yang dibutuhkan lebih kecil atau lebih besar dari tegangan jaringan. Selain itu adakalanya transformator digunakan sebagai isolator antara tegangan jaringan dengan tegangan rangkaian.

Gambar A menunjukkan jalannya aliran arus listrik selama periode positip AC (sine wave). D1 an D2 konduksi. Arus listrik mengalir dari ujung lilitan bawah sekunder melalui beban, D1, D2, dan kembali ke lilitan bawah sekunder.

Image

Setengah perioda berikut polaritas sinewave berganti seperti terlihat pada gambar B. Ujung lilitan atas sekunder sekarang menjadi negatip, ujung lilitan bawah menjadi positif.D3 dan D4 konduksi. Pada kedudukan ini arus listrik mengalir dari ujung lilitan atas sekunder melalui beban, D3, D4 dan kembali lilitan bawah sekunder. Dari gambar A dan B nampak jelas arus listrik yang mengalir melalui beban selalu dalam arah yang sama.

Image

Filtering (penghalusan).

Sebagaimana telah kita lihat pada bab sebelumnya bahwa arus listrik DC yang keluar dari dioda masih berupa deretan pulsa-pulsa. Tentu saja arus listrik DC semacam ini tidak cocok atau tidak dapat digunakan oleh perangkat elektronik apapun.

Image

Untuk itu perlu dilakukan suatu cara filtering agar arus listrik Dc yang masih berupa deretan pulsa itu menjadi arus listrik DC yang halus/ rata. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan diantaranya dengan C filter, RC filter dan LC filter.

Pada bab berikut hanya akan dibahas C filter (basic). Sedangkan RC maupun LC filter merupakan pengembangan C filter yang fungsinya lebih menghaluskan tegangan output dioda. Capacitor sebagai filter.
Filtering atau penghalusan yang paling sederhana ialah dengan menggunakan capacitor yang dihubungkan seperti terlihat pada gambar. Tegangan input rata-rata (average) 115 volt. Tegangan puncak 162 volt. mari kita lihat apa yang terjadi ketika suatu capasitor ditambahkan pada output dioda.  Pada saat anoda D1 mendapat pulsa positip, D1 langsung konduksi dan capacitor mulai mengisi. Ketika capacitor telah mencapai tegangan puncak D1 menyumbat karena katodanya lebih positip daripada anodanya. Capacitor harus membuang (discharge) muatannya melalui beban yang mempunyai resistan tertentu. Oleh karenanya waktu discharge capacitor lebih lama dibanding waktu yang dibutuhkan AC untuk melakukan satu periode (cycle). Akibatnya sebelum capacitor mencapai nol volt diisi kembali oleh pulsa berikutnya.

Image

Image

Bagaimana bentuk tegangan DC setelah difilter dengan capacitor dapat dilihat pada gambar.
Gambar A menunjukkan output penyearah setengah gelombang tanpa capacitor. Tampak jelas tegangan rata-ratanya (E ave) hanya sitar 31% dari tegangan puncak. Ketika suatu capacitor ditambahkan maka bentuk tegangan outputnya seperti terlihat pada gambar B. Di sini capacitor mencegah tegangan output mencapai nol volt. Sehingga tegangan output rata-ratanya naik dibanding sebelumnya (no capacitor). Jika nilai capacitornya dibesarkan atau ditambah maka bentuk tegangan outputnya seperti terlihat pada gambar C. Tampak jelas tegangan rata-ratanya (E ave) meningkat dibandingkan sebelumnya (nilai capacitor yang lebih besar diperlukan bila arus listrik yang dinutuhkan beban relativ besar.

Image

Tegangan rata-rata (E ave). Jika kita mengatakan tegangan AC ini 115 V, sesungguhnya yang kita sebutkan adalah tegangan efektif (E rms). Sedangkan tegangan puncaknya (Epeak0 adalah :E peak = E rms x 1,414 E peak = 115 V x 1,414 = 162,6 v.

Image

Image

Sedangkan tegangan rata-ratanya adalah 0 v karena positip dan negatip bergantian (alternate). Yang dibutuhkan rangkaian elektronika adalah tegangan rata-rata atau E ave. Untuk mendapatkan E ave maka salah satu gelombang AC (positip / negatip) harus di clip / dipotong (lihat gambar).

E ave = E peak x 0,0318 E ave = 162,6 v x 0,318 = 51,7 v.

Output E ave pencatudaya setengah gelombang sukar difilter karena mengandung ripple 50Hz
Pada catudaya type jembatan (bridge rectifier) hubungan antara tegangan puncak E peak dengan tegangan rata-rata E ave sebagai berikut:

 Image

E peak = E rms x 1,414

E peak = 115v x 1,414 = 162,6v.

E ave = E peak x 0,636

E ave = 1,62,6v x 0,636 = 103,4v.

Dari perbandingan di atas tampak jelas bahwa output tegangan DC catudaya type jembatan lebih besar dari type setengah gelombang. Walaupun ripple frequency catudaya jembatan 120Hz, secara teknis mudah difilter atau disaring dibanding ripple frequency 60Hz dari pencatudaya type setengah gelombang.

RANGKAIAN PENGHEMAT LISTRIK PLN

PENGHEMAT LISTRIK

PENGHEMAT LISTRIK PLN

 

 

Tahukah anda bagaimana cara kerja nya alat penghemat listrik(pln) yang biasa beredar dipasaran yang berbentuk mirip aki kering dengan colokan ke stopkontak?.Sebenarnya anda bisa membuat sendiri alat tersebut dengan kualitas jauh lebih baik dgn harga jauh lebih murah.
Karena cara kerjanya hanyalah mengurangi besaran cosinus dari kurva arus AC yang akan terbaca pada alat pengukur kilometer.alat tersebut bekerja jika ada beban AC melintas melalui sensor berupa kumparan kawat untuk mengukur besarnya arus AC yg sedang melewatinya..teori ekstrimnya adalah: bagaimana caranya agar kita mereduksi sebesar mungkin puncak (peak) dari besaran kurva AC (sinus-cosinus)agar terbaca sedemikian rendah.
komponen yg sangat berpengaruh dalam arus AC adalah capasitor dan induktor..maka dari itu kita perlu memfilter arus ac tersebut sebelum memasuki jaringan listrik dirumah kita..entah cara ini diperbolehkan atau dilarang pln..jelas kita tidak melakukan tindakan pencurian listrik..dan alat ini tidak akan terdeteksi oleh perangkat mereka.Cara pemasangannya adalah sebagai berikut:disini saya akan menyertakan skema rangkaiannya yang nantinya akan dipasang dekat dengan kilometer.semakin dekat ,semakin optimal cara kerjanya.gunakan kapasitor berkualitas bagus ,untuk keamanan,MCB disini untuk mencegah terjadinya korsleting akibat kerusakan pada kapasitor