MANFAAT DAN MONDHOROT INTERNET

Teknologi informasi dapat menjadi pendamping sekaligus pembimbing hidup yang betapa indah kalau manusia dapat memahami ekses positif dan negatif teknologi tersebut. Tentu saja, media internet diciptakan untuk membantu manusia. Segala kemudahan dan kemungkinan telah diketukkan ke pintu rumah manusia. Bukan sekedar tawaran yang maya, tapi nyata. Adakah kita hendak mengacuhkannya? Tak hendak membuka pintu dan tak hendak menawarkannya masuk ke dalam rumah informasi kita? Internet adalah media atau sarana yang tak mungkin diabaikan dalam peradaban manusia. Tak mudah bagi kita membisikkan kata good bye ke telinganya, apalagi melambaikan tangan sambil berteriak: Daa daaa…! Hanya saja, bagaimana alat tersebut dimanfaatkan untuk melahirkan hasil yang maksimal dalam kehidupan manusia, dan bukan sebaliknya, jangan melahirkan mudarat (keburukan).
Peran media internet (tentu saja media komputer yang menjadi perangkat utamanya) semakin meningkat pesat dari saat ke saat. Maka diperkirakan mesin jenius ini akan menjadi kebutuhan dominan yang tak terlalaikan dalam kehidupan manusia pada masa-masa mendatang. Di dunia serba digital saat ini, internet bagi manusia, meluncur dan tumbuh subur menjadi sebuah kebutuhan, bukan sekedar mesin hiburan. Jika menguak sejarah teknologi informasi bernama internet, maka bermulalah pada tahun 1833, ketika Charles Babbage berhasil meracak racik mesin jenius (analytical machine), yang disebut-sebut sebagai mesin komputer pertama. Berlanjut pada tahun 1939, komputer pertama digital pertama rampung dirakit, hingga membubung menjadi internet pada tahun 1983. Sekitar tahun 1993, perkawinan komputer dengan internet telah digunakan secara interaktif mendukung aktivitas kehidupan sehari-hari manusia. Pemakai internet, bagai lebah yang berdengung, kian masa kian merubung.
Meskipun di Indonesia peran mesin jenius ini belum merambah rata, tapi pemakaian internet secara umum di seluruh dunia mencapai percepatan peningkatan cukup tajam. Datanya berikut ini: Jika pada tahun 1997 diperkirakan ada lebih kurang lima puluh juta pemakai internet, maka jumlah ini meningkat menjadi lebih kurang empat ratus juta pemakai pada tahun 2000. Fantastis, bukan? Ya, dunia internet adalah dunia informasi, dunia yang menjawab segala keingintahuan manusia yang buas tentang apa saja. Pelahap internet boleh siapa saja, tidak mesti melewati seleksi strata usia. Tua atau muda, dewasa maupun remaja, silakan saja! Bahkan, jika kita survei beberapa warung internet, malah hampir pasti ditongkrongi sebagian besar anak remaja yang notabenenya masih pelajar.
Remaja (pelajar) memang orang yang kental dengan budaya latah, terutama terhadap perkembangan teknologi, termasuk internet. Padahal, internet tidak sepenuhnya menginjeksikan ke tubuh para remaja hal-hal yang santun. Tapi juga, sangat cepat menjalari darah mereka dengan hal-hal yang mengandung racun. Bukan rahasia lagi, jika layanan teknologi informasi (termasuk internet) tentang dunia kekerasan, kriminalitas, dan tentu saja pornografi sangat mudah diperoleh dan mudah pula melekat di benak anak-anak pancaroba, untuk seterusnya ditiru dan digugu. Simpulannya, internet tidak hanya mengucurkan hal-hal yang positif untuk pertumbuhan dan perkembangan remaja, tapi juga mengguyurkan yang hal-hal negatif. Maka menguaplah sebuah pertanyaan yang selalu mengganggu kita: Bagaimana sih pengaruh internet bagi pertumbuhan dan perkembangan remaja (pelajar), baik hal positif maupun negatif?
/Dua/
Suatu kali saya sedang duduk di warung internet (warnet). Di sebelah saya duduk seorang anak, berumur delapan atau sembilan tahun (menurut perhitungan acak saya). Sepejam saya terpana, begitu lihai jemari mungilnya memainkan keyboard komputer. Bah, anak sekecil ini saja betapa lihai berteknologi, umpat saya dalam hati. Kalau diperturutkan godaan sentimental yang memercik dalam diri saya, sungguh, saya cemburu sambil bergerutu: Kenapa ketika seusia dia, saya belum bisa menikmati apa yang dia nikmati sekarang ini. Ini tidak adil!
Tapi api kecemburan itu buru-buru saya padamkan, saya siram. Saya bagi rata pandangan ke seputar ruang warung internet, api itu kembali terpercik, sebab orang-orang yang berseragam sekolah yang tertangkap mata. Bahkan, perasaan tidak jantan itu menjurus ke hal yang lebih ekstrim. Semula saya pertahankan untuk tidak, tapi pertahanan saya patah. Tiba-tiba bergeloralah ia, adalah buruk sangka di dada: Mereka itu pasti sedang melototi situs berlabel tujuh belas tahun ke atas. Kaliankan pelajar, alangkah indahnya jika kalian klik situs-situs pendidikan. Saya menjadi geram sendiri, padahal belum tentu mereka melakukan apa yang saya tuduhkan.
/Tiga/
Internet memang memudahkan pelajar mendapatkan segala informasi yang berhubungan dengan dunia pendidikan (pelajaran). Tapi pada internet juga terdapat liang raksasa, bagai rahang yang akan mengunyah para pelajar dengan situs-situs pornografi, kekerasan, dan hal-hal negatif lainnya. Setiap saat, situs-situs semacam itu selalu setia menghasut, lantas memurukkan mereka ke nganga dosa. Meskipun dalam diri mereka terjadi tarik menarik yang dahsyat antara kepentingan yang baik (positif) dengan buruk (negatif). Namun pada akhirnya, kekuatan negatif cenderung lebih bertaring untuk mencengkram cara berpikir dan berprilaku para remaja tersebut. Maka untuk menghempangnya (paling tidak untuk meminimalisirnya), usaha untuk memaksimalkan manfaat internet sebagai media pendidikan harus lebih militan dilakukan. Harus, dan harus! Apalagi muaranya, hendak meningkatkan mutu pendidikan sekaligus mutu pendidik dan anak didik.
Sebenarnya beberapa pusat pendidikan termasuk sekolah lanjutan tingkat atas sampai perguruan tinggi saat ini begitu serius memaksimalkan pengadaan fasilitas internet di sekolah dan kampus masing-masing untuk meningkat mutu pendidikan. Dari beberapa sekolah dan universitas sudah ada yang membuka website untuk memberikan kemudahan bagi khalayak untuk mengakses informasi tentang sekolah dan universitas yang bersangkutan. Beranjak dari hal ini atau tidak, yang pasti, kejelian pihak TELKOM Devisi Regional 1 Sumatra meluncurkan situs sekolah beberapa bulan yang lalu, merupakan sebuah solusi atau jawaban dari ketakutan kita terhadap ekses negatif internet bagi remaja (pelajar). Meskipun diakui, tetap mempunyai keterbatasan untuk mengawasi mereka agar tidak mengklik situs penyulut amarah dan birahi. Secara global, banyak hal yang bisa dituai para remaja dari layar maya bernama internet, yang menghidangkan situs-situs mendidik ke meja belajar mereka. Namun, situs mendidikĀ  yang fokus dan terprogram khusus secara formal masih sangat minim.
Situs sekolah-online (salah satu misal situs yang fokus dan terprogram) ini memberikan ruang bagi para remaja (pelajar) untuk menambah wawasan dan cakrawala pendidikannya melalui internet, selain di ruang kelas. Sepandang tampak sebagai ruang yang sederhana saja, tapi sungguh, situs ini mengajak para pelajar (terbuka juga untuk siapa saja) untuk belajar secara informal (sadar atau tidak sadar). Di samping menawarkan kegiatan edutainment (belajar sambil bermain), menawarkan berbagai informasi tentang dunia pendidikan, situs ini juga menghidangkan Komunitas Sekolah Sumatera sebagai Media Komunitas Guru, Orang Tua, dan Pelajar Edutainment yang menyodorkan beragam menu informasi aktivitas sekolah-sekolah. Apa saja menu itu? Sebut saja menu Profil Sekolah yang terdiri dari: Profil, yang berisi tentang sejarah sekolah (yang terdaftar dalam situs sekolah-online), visi dan misi, jumlah kelas, jumlahsiswa, jurusan dan karakter khusus sekolah; Berita Sekolah, berupa ruang bebas untuk menyampaikan segala informasi tentang suatu sekolah, dapat berupa pengumuman atau kebijakan baru sekolah; Kegiatan Sekolah, dapat digunakan untuk penyampaian aktivitas sekolah, jadwal kegiatan sekolah, OSIS, dan lainnya; Siswa Berprestasi, yaitu arena untuk menampilkan profil siswa yang kreatif dan berprestasi; Karya dan Prestasi, berisi daftar prestasi atau penghargaan yang pernah diraih oleh siswa atau sekolah yang bersangkutan; Pojok Guru, merupakan cerita atau profil guru-guru di sekolah yang bersangkutan; Album Sekolah, berisi etalase foto-foto kegiatan sekolah yang ditampilkan di situs; Buku Tamu, adalah ruang khusus untuk pengunjung situs yang ingin memberikan kritik dan saran pada sekolah yang bersangkutan.
Kita mungkin pernah mendengar, bahkan pernah mengalami yang namanya studi banding (ketika masih sekolah dulu), yaitu kegiatan rombongan pelajar bersama guru mengunjungi sekolah-sekolah yang letaknya berjauhan dari sekolah kita, tentunya sambil bertamasya. Manfaatnya, saling bertukar informasi, baik masalah pendidikan atau pengelolaan sekolah, demi perbaikan dan kemajuan (termasuk mutu pendidikan) sekolah masing-masing. Tentunya kegiatan studi banding serupa ini akan menguras tenaga, waktu, dan juga biaya. Nah, kini kegiatan serupa itu sudah bisa ditunaikan melalui internet, dalam hal ini situs sekolah-online TELKOMNet-Instan. Sangat efektif , efisien, dan berdaya guna bukan? Ya, kemudahan ini tidak lain berorientasi untuk meningkatkan mutu pendidikan secara merata lewat monitor internet. Maka, mari dimanfaatkan! Meskipun kita ketahui, kemudahan ini belum mampu secara merata menjemput kreativitas para pelajar di sekolah-sekolah yang bukan berdomisili di perkotaan. Tapi harapan kita, kelak mereka harus serta juga.
Berbicara tentang peningkatan mutu pendidikan melalui teknologi informasi, kita patut iri kepada para pelajar sebuah sekolah di Singapura (Cresent Girls School). Beberapa waktu yang lalu para pelajar di sekolah ini sudah menikmati fasilitas teknologi komputer dan internet untuk meningkatkan mutu pendidikan mereka, yang pertama kali diterapkan di dunia pada pelajar sekolah. Fasilitas itu mencakup laptop (komputer tablet seberat 2 kilogram) yang lebih cerdas dari komputer jinjing, karena dapat dibuka merata serupa membuka rata sebuah buku pelajaran di atas meja belajar dan layar yang interaktif karena dapat menerima input dari pena yang digoreskan di layar tersebut. Laptop itu dapat juga memuat seluruh bahan pelajaran dan buku teks mereka. Sehingga para pelajar terbebas dari beban mengusung buku-buku tebal ke sekolah, juga mengurangi resiko klasik seorang pelajar yang lupa membawa buku.
Dengan laptop itu pula, para pelajar bisa berkomunikasi nirkabel dengan para guru, bisa memperoleh akses tentang bahan pelajaran dari berbagai situs atau website. Dan yang paling penting, laptop ini dilengkapi dengan pseudo vlan system, sebagai securiti yang tidak memberi kesempatan sedikitpun bagi para pelajar (atau siapapun) untuk membolak-balik helai demi helai lembaran digital website-website terlarang. Sehingga para orang tua dan guru tidak digrogoti perasaan was-was tentang efek buruk dari internet. Tidakkah kita iri? Tanpa harus membahas badai masalah yang sedang menghempas perahu pendidikan kita di Indonesia, bisakah kelak para pelajar di sekolah-sekolah kita mendapatkan hal yang sama dengan apa yang sudah didapatkan para pelajar negara tetangga itu? Tentu hal itu kiranya bukan sekedar mimpi. Kalau kita mau, pasti bisa! Namun ge(b)rakan situs sekolah-online seperti yang sodorkan TELKOM boleh jadi adalah bagian anak tangga untuk menggapai hal itu. Semoga.
/Empat/
Sekali waktu, ketika duduk di warung internet (warnet), saya tetap ingin melihat seorang anak kecil (atau lebih) yang duduk serius di depan internet. Tentu dalam perasaan yang benar-benar bersih dari rasa cemburu terhadap kelihaiannya berinternet. Percayalah, saya tidak akan mengumpat: Bah, anak sekecil ini saja betapa lihai berteknologi, melainkan mensyukurinya: Alhamdulillah, anak sekecil ini sudah jago berteknologi. Saya juga ingin tetap mendapatkan anak-anak yang berseragam sekolah di sana. Diharapkan tentunya, saat itu saya tidak digelimangi rasa buruk sangka, tapi hati saya sepenuhnya digelimangi elok sangka: Mereka itu pasti sedang membentangkan situs http://www.sekolah-online.net atau http://www.isekolah.org di layar internet. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s