avr to ir tv

 

Anda sudah tentu tidak asing lagi dengan sebuah remote kontrol. Terutama bagi yang doyan nonton sinetron. Yah sekarang kita akan membahas bagaimana mengunakan remote kontrol televisi untuk diguakan dalam proyek-proyek kita. Sebagaimana yang kita tahu bahwa TV remote  kontrol adalah sebuah kontroler yang didasarkan pada cahaya infra mera. Walaupun cahaya inframerah tidak kasat mata, namun cahaya ini dapat merambar dan menyabar dengan baik pada jarak yang jauh. Nah sekarang kita akan bicara bahasa teknis tentang remote kontrol ini.

 

LED Infra Merah

Sinar infra merah yang dipancarkan oleh TV Remote Control adalah dapat dihasilkan oleh sebuah dioda yang bentuknya seperti sebuah LED biasa. Dalam kenyataanya proses pembuatan benda ini ada serupa dengan LED. Hanya saja proses pembuatannya yang berbeda sehingga cahaya yang dihasilkan memiliki panjang gelombang dluar apa yang bisa dilihat manusia. Dan akhirnya benda inipun kadang disebut dsebagai IR LED, atau LED Infra Merah.

Pada masa awal, IR LED dibuat dengan bahan yang sama seperti LED biasa, yakni dengan bahan Galium Arsenida. IR LED semacam ini memiliki panjang gelombang di atas 800nm. Cahaya yang dihasilkan tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Walaupun cahayanya tidak dapat dilihat, namun cahaya ini benar-benar nampak jika dilihat dengan sebuah kamera digital, kamera ponsel atau webcam. Tentu saja karena kamera-kamera ini dapat menangkap cahaya lebih baik dari mata manusia. Dewasa ini IR LED sudah menggunakan bahan-bahan alimunium nitrat sehingga dapat memiliki panjang gelombang  di bawah 400nm. Dengan frekuensi di atas penglihatan manusia. Hasilnya adalah performance yang lebih baik dari sebelumnya.

 

Frekuensi IR LED untuk Remote Control

Ternyata IR LED ini memiliki keterbatasan dengan LED biasa. Kekuatan cahaya yang dihasilkan dapat dingan cepat menurun menurut lama LED dinyalakan. Jika LED dipaksa dan diberikan arus maju yang kuat, maka LED akan cepat panas dan rusak. Namun saat menyalakan LED dengan cara denyut dengan frekuensi yang tetap, maka kekuatan cahaya LED dapat dipertahankan. Singkat cerita para ahli membuat standar frekuensi untuk IR LED semacam ini pada frekuensi 36KHz-38KHz. LED dinyalakan dengan bantuan sebuah flip-flop. Yang kemudian ferkuensi ini dinamakan “Carier Wave” gelombang pembaca. Dan sinyal atau data, nantinya akan dimodulasikan pada carier wave ini dengan menggunakan saklar elektronik.

 

Modulasi data pada IR

 

Stop basa-basinya… Setelah kita tahu bahwa agar menyala dengan kuat, IR LED harus dinyalakan dalam mode pulsa dengan frekuensi 38KHz. Sinyal data kemudian dimodulasiklan pada frekuensi ini. Caranya adalah IR LED dinyalakan sebagai Brust (ind=berondongan). IR LED hanya dinyalakan selama +/- 200uS untuk setiap bit data. Dan di antara Brust ini IR LED harus dalam kondisi diam.

 

 

 

Sehingga dapat diartikan untuk setiap bit data terdapat sepasang Brust dan Diam. Dan untuk Bit berlogika rendah (0) adalah terdiri pasangan Brust 200uS dan Diam 200us. Sedang untuk Bit berlogika tinggi (1) terdiri pasangan Brust 200uS dan Diam 600uS. Sehingga panjang Brust untuk logika tinggi dan rendah adalah sama. Sedang yang membedakan adalah lama waktu Diamnya.

 

Format Data IR

 

Setelah Header biasanya diikuti dengan bit-bit singkronisasi. Unit penerima harus dapat menselaraskan pembacaan bit-bit ini. Karena jika di sini salah, maka data yang hendak di baca tentu akan menjadi tidak berguna. Beberapa merek meneriapkan bit-bit ini dalam jmlah berbeda. Kadang langsung di ikuti dengan alamat baru kemudian data.

 

HEADER  –> SHYNC — > DATA

 

atau 

 

HEADER  –> SHYNC — > ADDRESS –> DATA

 

sedang khusus untuk Remote kontrol panasonic terdiri dari Header  dan shync yang panjang serta diakhiri dengan data. Anda dapta membaca sendiri ….

 

 

 

Namun jangan kecewa bagi yang hendak membaca status remote kontrol yang berbeda denganpunya saya, karena saya sudah buat program khusus buat anda. Yakni program untuk membaca sinyal sebuah remote kontrol. download di sini, yang berisi program serta skema.

 

Sensor IR

Ada banyak Sensor IR yang dapat kita gunaakna. Kita dapat menggunaakn sebuah sensor yang umu digunakan dalampesaat telivisi. Misalnya adalah TSOP1738, yang berharga sekitar 2000 perak di toko-toko onderdil elektronik. Hampir semua sensor tersebtu dapat kita gunakan. namun sebaiknya anda harus mendaptkan datasheetnya sebelum menggunakananya terutama dalam hal menyambung kaki-kaki dari sensor tersebut.

Namun saya perlu menjelaskan, bahwa yang saya sebut dengan sensor di sini adalah sebenarnya sebuah modul IC. Hal ini karena di dalamnya terdapat berbagai perlatan yang sudah diatur untuk bekerja pada gelombang 38KHz. Termasuk Demodulator sehingga keluarannya sudah bebas dari gelombang pembawa. Sehingga output(keluarannya) dapat segera disambungkan pada Mikro Kontroller. Sehingga dengan menggunaan IC sensor ini kita dibebaskan dari kerepotan jika kita harus membuat rangkaian sensor sendiri.

Di bawah ini adalah bagan dari modul sensor infra merah yang sudah dikalibrasi pada frekuensi 38KHz.

 

 

 

Untuk lebih jelas tentang sensor ini silahkan merujuk pada datasheet yang bersangkutan.

 

 

Bagaimana Mikro Kontroller membaca remote kontrol

Saya akan menjelaskan bagaimana cara sebuah Mikro KOntrol dapat membaca data dari Remote KOntrol. Ini bagian yang harus diperhatikan…

– Haruslah menggunakan pewaktu Timer agar pembacaan panjang pulsa dapat di baca dengan akurat.

– Headaer/footer, selalu lebih panjang dari data

– Panjang Brust selalu sama.

– Panjang Diam sama dengan panjang Brust, atau 3 kali lebih panjang.

Berdasarkan informasi awal di atas kita akan membuat sebuah program berbasiskan AVR ATmega.

 

Kebutuhan :

– Mikro = AVR ATmega8. Untuk type yang lain, lihat catatan di akhir tulisan

– Sensor = TSOP1738. Untuk type yang lain, lihat catatan di akhir tulisan

– PC = digunakan untuk mendapatkan laporan dari Mikro

– konektor DB-9.

 

Silahkan download di sini  untuk mendapatkan program dan skema rangkaian.

 

 

Kurang Jelas ??

Saya berfikir, apakah ada yang perlu saya jelaskan lagi ????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s